Make your own free website on Tripod.com
Ajaran mengenai Bunda Maria
Home
Eksposisi
Tujuan
Aliran
Renungan
Peta Alkitab
Seputar San Francisco
Anda bertanya Alkitab Menjawab
contact me

AJARAN MENGENAI MARIA (MARIOLOGI)

Di dalam sejarah, penghormatan umat Kristen terhadap Maria sebagai ibu Yesus adalah wajar dan sepatutnya,

tetapi bagi umat Katolik Roma tidak demikian. Mereka mengangkat kedudukan Maria bahkan setara dengan

Tuhan Yesus. Dari jajaran orang-orang suci, Maria, ibu Yesus menempati kedudukan yang paling utama bahkan

sentral. Semula ibadat mengenai Maria timbul dari penghormatan sebagai ibu Yesus yang melahirkan Yesus,

tetapi berkembang ajaran-ajaran yang makin meluas yang tidak dijumpai datanya dari Alkitab, tetapi dari tradisi.

"Sebutan ‘Bunda Allah’ dan ‘Perawan’ sangat erat berhubungan satu dengan yang lain. Kedua sebutan itu

mengungkapkan keluhuran Yesus, sekaligus kesucian Maria. Maka di samping kedua gelar tersebut

Gereja juga menyatakan bahwa Maria secara total bebas dari dosa dan karena itu juga dari kehancuran

maut. Ada empat dogma atau pernyataan iman Gereja yang menyangkut Maria.

(1) Maria adalah Bunda Allah.

(2) Maria adalah Perawan.

(3) Maria terkandung tanpa dosa.

(4) Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya.

…keempat kebenaran itu berkaitan, yang satu tidak lengkap tanpa yang lain". (ibid. hal. 231).

A. Maria menggantikan atau menggeser tempat Allah / Yesus.

1. Maria dijadikan obyek doa.

Orang Katolik menganggap bahwa dengan berdoa kepada Maria, doa mereka lebih manjur untuk dikabulkan

daripada kalau mereka berdoa kepada Allah / Yesus. Alasannya adalah Maria melahirkan Yesus. Karena Yesus

adalah Putra Allah maka Maria disebut Bunda Allah.

Orang Katolik memang berdoa kepada Maria terbukti dari doa Salam Maria:

"Salam Maria penuh rahmat

Tuhan sertamu

Terpujilah engkau di antara wanita

dan terpujilah buah tubuhmu Yesus

Santa Maria Bunda Allah

Doakanlah kami yang berdosa ini

Sekarang dan waktu kami mati.

Amin."

Page 1 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

l "Bunda Maria, hatimu selalu tertuju pada Allah. Oleh karenanya engkau selalu bisa mengalahkan bujuk

rayu setan. Dampingilah ya Bunda, supaya hati kami pun selalu tertuju kepada Allah. Kami ingin selalu

waspada terhadap godaan setan dan menjauhinya. Kami ingin memelihara hati kami supaya tetap bersih.

Tak lupa juga, ya Bunda, doakanlah kakek-nenek dan saudara -saudari kami yang telah dipanggil Tuhan,

supaya mereka mendapatkan kebahagiaan kekal. Antarlah mereka kepada Tuhan Yesus Putramu. Dan

jangan lupa jemputlah kami semua pada saat kematian kami nanti. Hantarlah pula kami menuju Yesus

Putramu.

Bunda, doamu adalah harapan kami. Doa yang engkau lambungkan untuk kami tentu menjadi kesukaan

Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pasti mengabulkannya. (Fx. Wibowo Ardhi, Mari Berdoa Salam Maria,

Kanisius, hal. 45-46).

l "Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin." (ibid.

hal. 233).

l "Maria tidak hanya merupakan pola utama dan teladan yang menunjukkan keadaan yang kita cita-citakan

bagi kita, dengan meneladan iman, harapan dan kasihnya, tetapi ia juga aktif mendoakan kita supaya Roh

Kudus diarahkan berlimpahan pada kita." (George A. Maloney SJ, Maria Rahim Allah, Kanisius, hal. 147).

Sanggahan kristen:

a. Kitab Suci tidak pernah mengajar kita untuk berdoa kepada Maria. Rasul-rasul juga tidak pernah berdoa /

meminta apapun kepada Maria. Doa hanya boleh ditujukan kepada Allah.

b. Maria harus menjadi Allah yang maha tahu untuk bisa mendengar doa-doa orang Katolik yang begitu banyak.

Dan ia harus menjadi Allah yang maha kuasa untuk bisa mengabulkan doa-doa itu.

c. Kalaupun ada doa kepada Maria yang dikabulkan, pengabulan doa itu pasti datang dari setan. Setan bisa

mengabulkan doa yang salah, supaya manusia terus berdoa dengan cara yang salah itu. Jangan lupa bahwa

juga ada banyak orang berdoa kepada patung berhala dan mendapatkan pengabulan doa! Jadi, ada pengabulan

doa, tidak berarti bahwa doa itu benar!

2. Maria dianggap sebagai perantara antara Allah dan Manusia.

Bahwa Katolik Roma memang mempercayai hal ini terbukti dari: [= Dan ia (Maria) betul-betul merupakan

perantara perdamaian antara orang-orang berdosa dan Allah. Orang-orang berdosa menerima pengampunan

oleh ... Maria saja] - 'The Glories of Mary', hal 82-83.

Sanggahan Kristen:

a. 1Tim 2:5 dan 1Yoh 2:1-2, menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya perantara antara Allah dan

manusia. Karena itu jelas bahwa Maria bukanlah perantara! Kalau Maria adalah perantara, maka kedua ayat

tersebut adalah salah!

b. Hanya Yesus yang bisa menjadi perantara antara Allah dan manusia, karena Dialah satu-satunya Pribadi yang

adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh -sunggguh manusia.

Page 2 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

c. Seorang pengantara harus mempunyai kurban. Yesus mengurbankan nyawa-Nya, sehingga Ia bisa menjadi

perantara / Imam Besar (Ibr 9:11-15). Sebaliknya, Maria tidak punya kurban apapun.

d. Kalau karena Yesus datang kepada kita melalui Maria, maka kita harus datang kepada Yesus melalui Maria,

maka argumentasi ini bisa dilanjutkan sebagai berikut: karena Maria datang kepada kita melalui orang tuanya,

kita pun harus datang kepada Maria melalui orang tua Maria. Dan karena orang tua Maria datang kepada kita

melalui kakek dan nenek Maria, kita pun harus datang kepada orang tua Maria melalui kakek dan nenek Maria.

Kalau ini diteruskan maka akhirnya untuk datang kepada Yesus kita harus melalui Adam dan Hawa! Ini adalah

suatu konsekwensi yang pasti tidak akan diterima oleh orang Katolik sekalipun!

3. Maria dianggap sebagai pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan, bahkan sebagai

satu-satunya pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan.

Perhatikan kutipan-kutipan di bawah ini:

l (= Maria disebut ... pintu gerbang surga karena tidak seorang pun bisa memasuki kerajaan yang mulia itu

tanpa melewati dia) - 'The Glories of Mary', hal 160.

l (= jalan keselamatan tidak terbuka bagi siapapun selain melalui Maria. ... Keselamatan kita ada dalam

tangan Maria ... Ia yang dilindungi oleh Maria akan selamat, ia yang tidak dilindungi oleh Maria akan

terhilang) - 'The Glories of Mary', hal 169-170.

Sanggahan Kristen:

a. Yoh 10:1,7,9 Yoh 14:6 Kis 4:12 menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga / jalan

keselamatan. Kalau Maria adalah jalan keselamatan, apalagi kalau Maria adalah satu-satunya jalan keselamatan,

maka ketiga ayat tersebut di atas adalah salah!

b. Kalau memang Maria adalah pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan, untuk apa Yesus harus datang ke

dunia dan mati di salib? Bandingkan dengan Gal 2:21 yang menyatakan bahwa seandainya ada jalan

keselamatan melalui ketaatan pada hukum Taurat, maka kematian Kristus adalah sia-sia! Analoginya,

seandainya melalui Maria orang berdosa bisa mendapatkan keselamatan, maka kedatangan dan kematian

Kristus juga sia-sia!

4. Maria dianggap mempunyai kuasa di bumi dan di surga.

Ajaran ini terlihat dari kutipan di bawah ini:

(= segala kuasa diberikan kepadamu di surga dan di bumi sehingga terhadap perintah Maria semua

taat - bahkan Allah ... dan demikianlah ... Allah telah meletakkan seluruh Gereja di bawah

kekuasaan Maria) - 'The Glories of Mary', hal 180-181.

Sanggahan Kristen:

a. Kuasa di surga dan di bumi hanya diberikan kepada Tuhan Yesus (Mat 28:18), bukan kepada Maria! b.

Dengan pemberian kuasa semacam itu kepada Maria akan menjadikan Maria sebagai Allah!

Page 3 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

5. Maria dijadikan obyek penyembahan.

"Bunda Maria berjanji mau membantu kita berdoa, tetapi ia juga mengharapkan supaya kita

memohon kepadanya. Bunda Maria akan lebih mudah dalam membantu kita menjadi murid Yesus

yang baik, bila kita sungguh-sungguh berniat mau menjadi baik" (Fx. Wibowo Ardhi, Mari Berdoa

Salam Maria, Kanisius, hal. 43).

Secara resmi Gereja Katolik Roma menyangkal menyembah Maria dan membedakan 3 macam penyembahan:

a. LATRIA: Ini adalah penyembahan yang tertinggi, dan ini hanya ditujukan kepada Allah.

b. DULIA: Ini adalah pemujaan terhadap malaikat / orang-orang suci.

c. HYPER-DULIA: Ini adalah pemujaan yang lebih tinggi dari DULIA, dan ini ditujukan kepada Maria.

Tetapi dalam prakteknya, orang-orang awam Katolik Roma tidak tahu apa-apa tentang hal ini.

Sanggahan Kristen:

a. Kitab Suci tidak pernah mengajarkan adanya 3 macam penyembahan seperti yang diajarkan oleh Gereja

Katolik itu. Jadi disini lagi-lagi terlihat adanya ajaran Katolik Roma yang sama sekali tidak punya dasar Kitab Suci!

b. Sekalipun mereka tidak menamakan 'penyembahan', tetapi mereka berdoa kepada Maria, berlutut di bawah

patung Maria, menyanyi memuji Maria. Semua itu jelas tidak bisa disebut sebagai penghormatan, tetapi harus

dianggap sebagai penyembahan.

c. Kitab Suci jelas melarang penyembahan pada manusia maupun malaikat (Mat 4:10 Kis 10:25,26 Kis 12:20-23,

Kis. 14:14,15 Why. 19:10 Why. 22:8,9). Perhatikan bahwa dalam Kis 10:25-26, Kornelius jelas bukan

menyembah Petrus karena menganggapnya sebagai Allah! Ia menyembah Petrus sebagai penghormatan

kepada Petrus sebagai rasul Tuhan. Tetapi, Petrus tetap menolak sembah itu, karena sebagai manusia biasa ia

tidak layak menerima sembah, dan sembah hanya boleh diberikan kepada Allah! Demikian juga dalam Why.

19:10 dan Why. 22:8-9, pada waktu rasul Yohanes menyembah malaikat, rasanya tidak mungkin ia menyembah

malaikat itu karena menganggapnya sebagai Allah. Mungkin ia menyembahnya hanya sebagai pernghormatan,

atau sekedar karena takutnya melihat malaikat, tetapi malaikat menolak sembah dan mengalihkannya kepada

Allah!

d. Kitab Suci melarang kita yang masih hidup untuk mengadakan kontak dengan orang yang sudah mati (Ul 18:9-

12 Im 20:6 Yes 8:19-20). Sekalipun Maria adalah ibu Yesus, tetapi ia tetap sudah mati, sehingga kita tidak boleh

berdoa ataupun mengadakan kontak dengan dia. Ini tidak berbeda dengan orang-orang yang mengadakan

kontak dengan orang yang sudah mati dengan menggunakan jai-langkung, permainan cucing, dsb.

B. Maria dianggap sebagai perawan yang abadi

Orang Katolik Roma bukan hanya mengakui bahwa Maria adalah seorang perawan pada waktu mengandung dan

melahirkan Kristus, tetapi juga bahwa keperawanan Maria bersifat abadi. Dengan kata lain, setelah kelahiran

Yesus pun Yusuf, suami Maria, tetap tidak pernah berhubungan sex dengan Maria.

Page 4 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

"Dalam dirimu, ya Perawan tak bernoda,

batas -batas alam terlangkahi,

melahirkan, namun tetap perawan.

Kematian menjadi jaminan hidup.

Sesudah melahirkan, engkau tetap perawan,

sesudah mati engkau tetap hidup.

Ya, pengandung Allah.

Engkau menyelamatkan kami, warisanmu,

Tak henti -hentinya!"

(George A. Maloney SJ, Maria Rahim Allah, Kanisius, hal. 156).

Sanggahan Kristen:

a. Dalam Mat 1:24-25 dikatakan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir. Sekarang

pikirkan sendiri bagaimana saudara menggunakan kata 'sampai'. Kalau misalnya dikatakan bahwa kita libur

sampai tanggal 1 Januari, maka bukankah itu berarti bahwa setelah itu kita tidak lagi libur? Jadi, kalau dikatakan

bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir, ini berarti bahwa sesudah kelahiran Yesus

mereka hidup sebagai suami istri biasa / bersetubuh.

b. Tidak ada perlunya / gunanya mempertahankan keperawanan Maria setelah Yesus lahir. Kristus memang

harus lahir dari seorang perawan untuk menggenapi Yes 7:14 dan supaya Yesus bisa lahir tanpa dosa. Tetapi

setelah Yesus lahir, keperawanan Maria itu tidak lagi perlu dipertahankan.

C. Immaculate Conception / Lahir dan hidup tanpa dosa (1854):

Doktrin Immaculate Conception ini artinya:

l Maria dikandung dan lahir tanpa dosa asal.

l Maria juga tidak berbuat dosa dalam sepanjang hidupnya.

l Maria bahkan dianggap sebagai 'tidak bisa berbuat dosa' (NON POSSE PECCARE (= not possible to sin).

Doktrin ini dikeluarkan oleh Paus Pius IX tanggal 8 Desember 1854.

Sanggahan Kristen:

Page 5 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

1. Alkitab berkata bahwa sejak kejatuhan Adam ke dalam dosa semua manusia dikandung dan lahir dalam dosa

dan bahkan berbuat dosa (Ayb 25:4 Mzm 51:7 Mzm 58:4 Pkh 7:20 Rm 3:10-12,23 Rm 5:12,19). Yang

dikecualikan hanyalah Tuhan Yesus sendiri (2Kor 5:21 Ibr 4:15). Karena itu haruslah disimpulkan bahwa Maria

adalah manusia berdosa seperti kita.

2. Dalam Luk 1:46-47, Maria menyebut Allah sebagai Juruselamatnya. Mengapa Maria membutuhkan

Juruselamat kalau ia memang sama sekali tidak berdosa?

3. Dalam Luk 2:22-24, Maria mempersembahkan korban penghapus dosa (bdk. Im 12:1-8). Sekalipun kenajisan /

ketidak-tahiran karena melahirkan anak itu bukanlah suatu dosa moral, tetapi bagaimanapun tidak tahir / najis

sangat kontras dengan suci / tidak berdosa!

4. Mengapa Maria harus mati (catatan: orang Katolik Roma pun percaya bahwa Maria mengalami kematian)

kalau ia tidak berdosa? Kematian adalah upah dosa (Kej 2:16-17 Kej 3:19 Rm 5:12 Rm 6:23). Kristus memang

juga mati meskipun Ia tidak berdosa, tetapi Ia mati untuk menebus dosa umat manusia. Bagaimana dengan

Maria?

5. Tuhan Yesus suci karena Maria mengandung dari Roh Kudus, tetapi Maria dikandung oleh seorang

perempuan yang mengandung dari laki-laki biasa. Bagaimana mungkin ia dikandung tanpa dosa dan dilahirkan

tanpa dosa pula? Bandingkan dengan ayat-ayat Ayub 25:4, Ro 3:23, Ro 5:12, Ro 5:19a. Kalau Maria dikandung

dan lahir tanpa dosa, maka semua ayat -ayat di atas ini adalah salah!

6. Orang Katolik Roma menekankan kesucian Maria karena mereka berpendapat bahwa kalau Yesus itu suci,

maka Maria, yang melahirkan-Nya, juga harus suci. Tetapi doktrin ini mempunyai konsekwensi logis sebagai

berikut: kalau karena Yesus itu suci maka Maria harus suci, maka karena Maria suci kedua orang tua Maria harus

suci. Dan kalau kedua orang tua Maria suci, maka keempat kakek nenek Maria harus suci. Kalau ini diteruskan

maka akan menunjukkan bahwa Adam dan Hawa pun harus suci! Ini adalah konsekwensi logis yang orang

Katolik Roma pun tidak akan mau menerimanya!

7. Doktrin Immaculate Conception ini baru muncul pada tanggal 8 Desember 1854. Mengapa dibutuhkan 18 abad

untuk menemukan doktrin ini? Jelas karena memang tidak pernah ada dalam Kitab Suci!

D. Assumption of Mary (1950)

Doktrin tentang The Assumption of Mary (= Kenaikan Maria ke surga secara jasmani) dikeluarkan oleh Paus Pius

XII dengan embel-embel 'EX CATHEDRA' (=dari kursinya) pada tanggal 1 Nopember 1950. Di surga Maria

menduduki tempat yang lebih tinggi dari para orang suci atau penghulu malaikat. Ia dinobatkan sebagai Ratu

Surga oleh Allah Bapa sendiri dan ia diberi tahta di sebelah kanan Anaknya.

"Bunda Maria diangkat ke surga dengan seluruh jiwa raganya oleh Allah" (Fx. Wibowo Ardhi, Mari Berdoa Salam Maria, Kanisius,

hal. 39).

Sanggahan Kristen:

1. Doktrin ini baru muncul tanggal 1 Nopember 1950. Mengapa dibutuhkan waktu 19 abad untuk menemukan

doktrin ini? Jelas karena tidak pernah ada dalam Kitab Suci!

2. Perlu dipertanyakan pertanyaan ini: dengan tubuh apa Maria bangkit dan masuk ke surga? Sampai saat ini

hanya Kristus yang mempunyai tubuh kebangkitan. Semua manusia akan menggunakan tubuh ke-bangkitan

pada saat Kristus datang kali kedua (Yoh 5:28-29 1Kor 15:20-23,50-55 1Tes 4:13-17)!

Dari ajaran-ajaran mengenai Maria tersebut di atas tradisi makin lama semakin berkembang, sehingga makin

Page 6 Studi Perbandingan Aliran: Katolik Roma - (3) - Maria of 7

sukar membedakan mana ajaran Alkitab dan mana ajaran tradisi gereja.

Pesan Penutup:

l Kalau Katolik Roma mengambil pandangan extrim kiri dengan memuliakan Maria lebih dari seharusnya,

janganlah orang Kristen Protestan lalu mengambil pandangan yang extrim kanan dengan menghina atau

merendahkan Maria. Maria tetap adalah orang beriman yang saleh, yang rela dipakai Tuhan sebagai alat -

Nya untuk melahirkan Kristus!

l Kalau ada mujizat-mujizat yang berhubungan dengan Maria dan mendukung pandangan Katolik Roma

tentang Maria (misalnya Maria menampakkan diri dan mengaku sebagai Perawan tanpa dosa), maka

sadarilah bahwa mujizat yang bertentangan dengan Kitab Suci itu pasti datang dari setan! Kitab Suci

mengatakan bahwa Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang (2Kor 11:14), dan karena itu tidak terlalu

mengherankan kalau ia bisa menyamar sebagai Maria atau bahkan Yesus sendiri.

 

Enter content here

Enter supporting content here